6-6-2010. Angka mistis? Bukan! Ini hanyalah tanggal penyelenggaraan talk show “The Beauty of Healing” yang didakan di Twin Hotel, Jakarta Barat. Dari judulnya, tampak seminar ini biasa saja: mengupas cara-cara penyembuhan. Namun, bila kita duduk mengikuti sesi ini, akan tampak suatu benang merah acara, yaitu penyembuhan yang dilakukan bukanlah untuk mereka yang sakit secara medis. Lebih dalam lagi, talk show ini mengupas penyembuhan bagi mereka yang menderita sakit non-medis, seperti guna-guna, dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini Biksu Badra Pala sebagai pembicara menjelaskan bahwa dalam Buddhisme kita mengenal adanya karma, dan karma pulalah yang membuat kita terkena penyakit baik itu yang bersifat medis maupun non-medis. Namun, dalam perumpamaan segentong air dan sesendok garam yang melambangkan perbuatan jahat, maka air sedanau dengan sesendok garam menjadi tidak tercicipi asinnya. Demikian pula, bila kita telah melakukan perbuatan jahat baik dalam kehidupan ini maupun sebelumnya, yang dapat kita lakukan adalah melakukan perbuatan baik sebanyak mungkin untuk menetralkan akibat perbuatan jahat. Hasil perbuatan jahat yang dilakukan tidak mungkin dapat dihilangkan, namun dapat dikurangi seperti perumpamaan di atas tadi.
Setelah melalui uraian mengenai karma, talk show berlanjut dengan penjelasan dari Bapak Herdy Tuantono. Sebagai pembicara di beberapa Vihara, Bapak yang satu ini terkenal sering menolong mereka yang terkena sakit non-medis. Penyakit non-medis, menurut beliau dapat disebabkan bila kita secara tidak sengaja terkena sesuatu gangguan, baik itu gangguan mahluk halus, atau lainnya. Dalam Buddhisme, mahluk halus bukan sesuatu yang asing, karena seperti yang kita ketahui, di alam semesta ini ada 31 alam, yang salah satunya adalah alam setan. Namun, kembali ke karma, sebenarnya itu pulalah yang membuat kita terkena. Dan sebagai seorang Buddhisme, kita harusnya tidak bersikap pesimis, karena kita memiliki jalan keluar yaitu dengan banyak berbuat baik. Masih menurut beliau, bila kita sering berbuat baik, aura tubuh kita pun akan memiliki kekuatan dan ibarat frekwensi, getaran yang kita miliki tidak akan sama dengan getaran mahluk di alam yang rendah bila kita sering berbuat baik sehingga mereka pun tidak senang berada di dekat kita. Demikian pula sebaliknya.
Pada akhir seminar, yang membuat acara ini seru yaitu adanya pembuktian langsung. Sesi ini membuat beberapa ibu yang memang mengalami gangguan, langsung mengacungkan jari untuk minta bantuan Pak Herdy. Semoga mereka yang sedang menderita dapat terkurangi dan terbebas dari penderitaannya. Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitata. Semoga Semua Mahluk Berbahagia. Svaha…Svaha…Svaha…(Cl)












