Tik…tik...tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok pohon dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Pernah mendengar lagu di atas?
Lagu yang sangat sederhana dan sering dinyanyikan oleh anak-anak ini ternyata bisa menjadi demikian indah dan seperti suatu rangkaian orkestra. Dengan permainan gitar kelas masternya, seorang Jubing Kristianto menyihir lagu ini sehingga seakan merupakan paduan gitar dan alat musik piano dan triangle.
Dalam seminar yang diadakan pada tanggal 30 Mei 2010 peserta yang berjumlah kira-kira lima puluhan personil memadati ruangan lantai 2 Vihara Ekayana Graha di Jl. Mangga II, Jakarta Barat. Selain mendemonstrasikan kelihaiannya bermain gitar, Jubing membantu para peserta untuk mencoba belajar gitar dan memainkan lagu-lagu yang bagus dengan chord yang sederhana. Peserta yang kebanyakan remaja Buddhis (walaupun beberapa terdiri dari anak-anak dan ada beberapa peserta dewasa) diajak untuk memahami bahwa bermain gitar itu mudah dan tak perlu banyak menghafal chord. Beberapa chord yang penting untuk dipelajari hanya C, D, E, G, A (mayor, minor, dan 7).
Setelah beberapa peserta diminta untuk tampil dan memperlihatkan ketrampilan mereka bermain gitar, sang master gitar memberi komentar dan masukan agar permainan mereka tambah cemerlang. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam kesempatan kali ini, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan antara lain, bagaimana caranya mengatasi kebosanan. Jubing berpesan dalam bermain gitar, khususnya bila mempersiapkan suatu rekaman yang memang membutuhkan ulangan-ulangan dalam berlatih, kebosanan bisa diatasi dengan cara memainkan lagu lain sebagai intermezzo. Atau selingan juga dapat dilakukan dengan meninggalkan sebentar latihan untuk kemudian memulai lagi. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 14.00 ini ditutup dengan penandatangan CD terbaru oleh sang maestro. Beberapa peserta bahkan meminta gitarnya ditandatangani sebagai kenang-kenangan.(Cl)












