Memang banyak sekali rahasia sukses di dunia ini. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, demikian pula banyak jalan untuk menuju kesuksesan. Namun, dari sekian banyaknya rahasia untuk sukses, satu hal yang patut kita amati adalah bahwa SUKSES DI MULAI DARI DIRI SENDIRI. Itulah yang harus kita catat. Dalam hidup ini, tidak ada orang yang mendapatkan kesuksesan bukan dari diri sendiri. Memang kelihatannya, seseorang memperolehnya dari orang lain, misalnya dalam hal naik pangkat. Namun, bila kita lihat lebih lanjut, bukankah semua itu ia peroleh karena kerja keras dan usahanya sendiri? Sehingga orang lain itu hanyalah sebagai perantara atau perpanjangan tangan yang memungkinkan ia memperoleh apa yang telah diusahakannya. Untuk itulah, bila kita ingin sukses, satu-satunya cara adalah dengan mengubah diri kita, sehingga kita bisa tumbuh dan berkembang. Inilah yang menjadi inti dalam talk show THE SECRET TO SUCCESS . CHANGE TO GROW yang diadakan pada tanggal 23 Mei 2010.
Sebagai pembicara, DR. Ponijan Liaw dan Melly Kiong menuturkan pengalaman mereka dalam mengubah, baik itu pola pikir maupun sikap untuk meraih kesuksesan. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga pukul 17.00 ini juga membahas rahasia sukses dalam berumah tangga. Salah satu caranya yaitu dengan MENCIPTAKAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM RUMAH TANGGA dengan pembicara MP. Krishnanda Widjaja Mukti DR. Akino W. Azzaro
Sebagai mahluk sosial, kita semua melakukan komunikasi dalam keseharian kita, baik dalam rumah tangga, pekerjaan atau pertemanan. Bahkan dalam bermain pun membutuhkan komunikasi. Rasanya tak habis-habisnya bila kita berbicara mengenai komunikasi. Para pakar komunikasi ini menuturkan, bahwa seringkali bila pasangan kita berkata sesuatu, kita cenderung untuk menanggapinya secara tidak efektif. Misalnya,
A: Wah, deadline saya untuk pekerjaan ini yaitu besok.
B: Lho, kenapa tidak sejak dulu kamu kerjakan?
Inilah yang antara lain menyulut kemarahan. Seharusnya, komunikasi yang efektif adalah sebagai berikut:
A: Wah, deadline saya untuk pekerjaan ini yaitu besok.
B: Ada yang bisa saya bantu?
Memang, nampaknya hal ini mudah bila kita sadar selalu akan apa yang kita kerjakan. Namun, ada kalanya saat pasangan masing-masing lelah, sibuk bekerja, sedangkan istri sibuk menjaga anak, bukan tidak mungkin, bahkan sering sekali terjadi komunikasi yang tidak efektif. Itulah sebabnya, tutur kata yang baik harus diulang sehingga menjadi suatu kebiasaan sehingga komunikasi tersebut berguna dan berfungsi dalam keharmonisan rumah tangga. Seperti yang dibabarkan dalam Dhammapada, syair 100:
Daripada seribu kata yang tidak berarti, lebih baik sepatah kata yang penuh arti, yang dapat membuat si pendengar menjadi penuh damai. (Cl)












