Home Sites Sites Prasadha Jinarakkhita

Prasadha Jinarakkhita

E-mail Print PDF

Berawal dari tujuan untuk meneruskan perjuangan Bhiksu Ashin Jinarakkhita, maka pada tahun 2004 mulai dibangun satu gedung di kawasan Jakarta Barat, tepatnya di Jalan Kembangan Raya Blok JJ Puri Indah. Tempat yang terletak di dalam Kompleks Central School ini  setiap minggunya mengadakan puja bakti bersama mulai jam 09.00 hingga pukul 11.00. Sesuai dengan semangat dan napas Buddhisme Indonesia, semua Paritta dalam kebaktian ini menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini merupakan suatu hal yang unik dan sangat fungsional mengingat selama ini terkadang kita tak acuh saat membacakan doa, baik itu Paritta dan Mantra karena tidak mengerti. Sedangkan, secara tataran psikologis penggunaan Bahasa Indonesia dirasa lebih mengena, terutama dalam Brahmaviharapharana yang antara lain isinya:


Semoga aku berbahagia
Bebas dari penderitaan
Bebas dari mendengki
Bebas dari menyakiti
Bebas dari derita jasmani dan rohani
Semoga aku dapat menjalankan hidup dengan bahagia
Dan seterusnya...


Demikian juga saat kita membacakan Paritta Panca Sila. Memang, biasanya di vihara, cetya atau tempat kebaktian lain, kita juga membacakan Paritta dalam Bahasa Indonesia dahulu barulah dalam Bahasa Pali atau Sansekerta. Namun, dengan keterbatasan waktu kebaktian, adanya pembacaan Paritta hanya dengan Bahasa Indonesia juga secara tidak langsung mengurangi rasa bosan yang terkadang membuat umat malas datang ke tempat kebaktian.

Prasadha Jinarakkhita adalah gedung pendidikan yang dibangun untuk menampung dan menjaga warisan pemikiran Bhiksu Ashin Jinarakkhita selama 48 tahun menjadi bhiksu. Gedung mulai dibangun pada tahun 2004 dengan peletakan batu pertama dan pada bulan Desember 2008 mulai dipergunakan walaupun pembangunan belum selesai sepenuhnya. Gedung ini setiap minggunya selalu menyediakan pembicara yang handal dalam bidangnya masing-masing. Seminar maupun diskusi juga sering diadakan, di antaranya Bapak Krisnanda Mukti dan Bapak Ponijan Liaw pernah menjadi pembicara dalam talk show yang diselenggarakan.

Di dalam museum yang terletak di Jalan Kembangan Raya Blok JJ Puri Indahm Jakarta Barat ini, tersimpan memorabilia yang mengingatkan kita akan sosok pelopor Buddhisme di Indonesia ini. Sejak 18 April 2010, balai kenangan ini selesai dan mulai bisa dinikmati oleh umat Buddha. Terbuka untuk umum, Buddhisme di tanah air  kini dapat melihat kilas balik perjuangan bhiksu yang satu ini. Rasanya, ini merupakan museum kebiksuan yang pertama di Indonesia, sehingga saat saya mengunjungi tempat ini, ada seorang Buddhis yang berasal dari Jerman turut mengunjungi dan sangat terkesan akan keberadaan ruangan memorabilia ini. Setelah delapan tahun kepergian Bhiksu Ashin Jinarakkhita, gedung dikelola oleh Yayasan Ashin Jinarakkhita yang diketuai oleh Bapak Sendjaja Widjaja.

Begitu masuk ke dalam “museum” ini, kita disambut oleh replika Candi Borobudur yang merupakan simbol Buddhisme di Indonesia. Selain itu, di dalam Balai Kenangan terdapat beberapa ruangan antara lain ruang yang memuat jubah-jubah kebiksuan, patta (mangkuk untuk berpindapatta) dan barang-barang untuk melaksanakan kebaktian, seperti simbal, lonceng, mu i (gong kayu), guci, hio lo kecil (tempat menancapkan dupa) dan lain lain. Selanjutnya, ruangan kebaktian berisi rupang Bhiksu Ashin dalam posisi bersila sedang bermeditasi sebagai poin utama menjadi penyambung dengan ruangan yang memuat buku-buku Buddhisme.

Di bagian samping, ruangan dengan tema Ketuhanan dapat menjadi sumber informasi bila ingin menelaah topik ini. Bersebelahan dengannya, terdapat ruangan dengan tiruan yang sangat mirip dengan suasana Vihara Sakyawanaram, Pacet, Cipanas, Jawa Barat. Dengan tempat tidur, lukisan, kursi tempat Biksu Ashin biasa duduk, sungguh tempat ini mengingatkan kita akan keheningan dan kedamaian Vihara yang sering kita sebut Pacet ini.(Cl)

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Last Updated ( Saturday, 24 July 2010 16:52 )