Home News News Waisak Bersama di Prasadha Jinarakkhita

Waisak Bersama di Prasadha Jinarakkhita

E-mail Print PDF

Pangeran Wangsakerta, dalam karyanya Negarakertabhumi menyatakan bahwa Wangsa Syailendra yang pada zaman keagungannya telah membangun Candi Borobudur adalah penganut Buddhayana. Pada candi luar biasa yang dibangun lebih dari 1000 tahun lalu itu dapat ditemukan ajaran Theravada, Mahayana, dan Wajrayana yang menyatu dalam keharmonisan. Hal ini disebabkan ajaran Buddhayana yang tidak memaksakan ikatan terhadap aliran/sekte tertentu.

Sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, perkembangan ajaran agama Buddha di Indonesia mengalami penurunan. Tokoh agama yang kemudian berhasil membangkitkan kembali perkembangan agama Buddha di muka bumi Indonesia adalah Mahabiksu Ashin Jinarakkhita. Beliau adalah biksu putra Indonesia yang pertama sejak berakhirnya 2 kerajaan Buddhis terbesar di Indonesia itu.

 

Mahabiksu Ashin Jinarakkhita mencetuskan “Buddhayana” sebagai pola pikir yang inklusif di tengah-tengah agama Buddha yang terdiri dari banyak aliran, antara lain: Mahayana, Hinayana, dan Tantrayana. Oleh beliau, ketiga “Yana” tersebut disebut Buddhayana karena bersumber dari Buddha dan sama-sama membawa umat Buddha ke Nirvana. Beliau menyediakan tempat bagi ketiga mazhab tersebut untuk berkembang kembali di Indonesia. Selanjutnya dari gagasan Buddhayana ini terbentuklah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI).

 

MBI merupakan wadah induk pembantu utama Sangha Agung Indonesia (SAGIN) dalam membina umat Buddha yang berwawasan Buddhayana. Didirikan pertama kali pada hari suci Asadha 2499 BE (4 Juli 1955) di Watugong, Ungaran, Semarang dengan nama Persaudaraan Upasaka-upasaka Indonesia (PUUI). PUUI awalnya diubah menjadi MUABI (Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia), kemudian diganti lagi menjadi Majelis Upasaka Pandita Agama Buddha Indonesia. Nama tersebut baru diganti menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) pada tanggal 9 Mei 1979.
Sejak didirikan, MBI telah membantu mengembangkan dan memperluas ajaran agama Buddha di Indonesia. Dan sesuai tradisi umat Buddha di seluruh dunia, pada bulan Waisaka merayakan kelahiran Hyang Buddha Gautama. Pada tahun ini MBI merayakan kembali hari Trisuci tersebut di vihara yang baru berdiri beberapa tahun terakhir ini, yakni Prasadha Jinarakkhita.

Vihara yang berada di Jl. Kembangan Raya Blok JJ, Puri Indah, Kembangan Selatan, Jakarta Barat itu baru selesai dibangun tahun lalu dan perayaan tahun ini adalah perayaan pertama yang dilakukan di dalam gedung vihara ini.
Acara Waisak dalam Prasadha Jinarakkhita dimulai pada jam 13.30 dengan nyanyian paduan suara dari Ekayana Buddhis Choir (EBC) dan Ekayana Buddhis Children Choir (EBCC). Nyanyian beserta beberapa kesenian lainnya ini juga menjadi selingan di tengah-tengah acara Perayaan Waisak ini sebagai hiburan bagi tamu-tamu yang hadir.

Bhikkhu-bhikkhu dan Bhikkhuni-Bhikkhuni Sangha baru memasuki ruangan perayaan pada pukul 14.00 setelah hiburan awal yang disajikan oleh paduan suara Ekayana. Lebih dari 1.500 umat yang hadir menyambut kedatangan para Bhikkhu dan Bhikkhuni Sangha tersebut.
Sebagai awal dari kegiatan acara, dengan dipimpin oleh Bhikkhu Sangha, para hadirin melakukan meditasi terlebih dahulu. Meditasi yang berlangsung sekitar 5 menit ini menenangkan pikiran semua yang hadir dalam aula besar yang berada di lantai 2 gedung Prasadha Jinarakkhita. Dengan pikiran yang tenang tamu-tamu yang hadir mengikuti pembacaan doa di bawah pimpinan Bhikkhu Sangha.

Setelah pembacaan doa, umat-umat kemudian mendengarkan Dhammadesana (ceramah tentang Dharma) dari Bhikkhu Sangha yang hadir. Para umat Buddha Buddhayana dengan penuh perhatian mendengarkan ajaran Bhikkhu Sangha.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemercikan air berkah oleh para Bhikkhu Sangha. Tamu-tamu dengan penuh sukacita menerima percikan air berkah. Senyum-senyum kebahagian terlihat jelas di wajah-wajah mereka.

Sebagai akhir acara, beberapa tamu kehormatan yang hadir memberikan kata sambutan dan laporan atas hari Waisak tahun ini. Tamu-tamu tersebut antara lain: Harry Sutanto selaku Ketua Panitia; Sudhamek AWS, Ketua Umum MBI; Mahathera Nyanasuryanadi, Ketua Umum SAGIN; dan yang terakhir Perwakilan dari Pembimas Buddha RI.
Suksesnya perayaan Waisak di Prasaddha Jinarakkitha tahun ini diharapkan bisa membawa hasil yang lebih memuaskan lagi untuk tahun-tahun mendatang. (HND)



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Last Updated ( Sunday, 25 July 2010 18:13 )